Perbedaan Bahasa Korea Selatan dan Korea Utara, Mirip tapi Bisa Beda Arti!

perbedaan bahasa korea selatan dan korea utara
Daftar Isi

안녕, Cetz! Tahu nggak, meskipun sama-sama menggunakan bahasa Korea, ternyata ada perbedaan bahasa Korea Selatan dan Korea Utara. Kok bisa begitu? Perbedaan ini tentu nggak lepas dari sejarah panjang dan perkembangan kedua negara setelah terpisah.

Cetz penasaran nggak bagaimana sejarahnya dan apa saja perbedaan bahasa Korea Selatan dan Korea Utara? Simak penjelasannya di artikel ini sampai habis, ya! Kalau Cetz ingin mengetahui lebih banyak tentang Hangeul, kamu juga bisa membaca artikel tentang sejarah Hangeul.

Sejarah Perbedaan Bahasa Korea Selatan dan Korea Utara

Sejarah panjnang yang terjadi antara kedua negara, kemudian memunculkan perbedaan bahasa. Mengutip dari BBC News, perbedaan bahasa mulai berkembang setelah Korea Utara dan Korea Selatan terpisah dan menjalani perkembangan negaranya masing-masing.

Korea Utara cenderung mempertahankan penggunaan kosakata yang berasal dari bahasa Korea tradisional, sedangkan Korea Selatan lebih banyak menyerap bahasa Inggris. Pengaruh adaptasi kata bahasa Inggris dalam bahasa Korea melahirkan istilah Konglish.

Seiring berjalannya waktu, perbedaan kosakata ini semakin terlihat dalam komunikasi sehari-hari. Bahkan, ketika masyarakat dari kedua negara bertemu dalam acara bersama, mereka terkadang perlu penyesuaian untuk memahami istilah yang mereka gunakan satu sama lain.

Salah satu contohnya terjadi ketika atlet Korea Utara dan Korea Selatan bergabung dalam tim hoki es pada Olimpiade Musim Dingin 2018. Para pemain perlu beradaptasi dengan beberapa istilah yang berbeda agar dapat berkomunikasi dan bekerja sama selama pertandingan.

Perbedaan Bahasa Korea Selatan dan Korea Utara dalam Kosakata

Perbedaan bahasa membuat beberapa kata untuk benda atau konsep yang sama bisa terdengar berbeda di kedua negara. Berikut beberapa contoh perbedaan bahasa Korea Selatan dan Korea Utara dalam kosakata sehari-hari.

ArtiKorea SelatanKorea Utara
Hamburger햄버거 (haembeogeo)다진고기겹빵 (dajingogi-gyeopppang)
Es krim아이스크림 (aiseukeurim)얼음보숭이 (eoreumbosungi)
Lift엘리베이터 (ellibeiteo)수직승강기 (sujikseungganggi)
Cangkir컵(keob)고뿌 (goppu)
Donat도넛 (doneot)가락지빵 (garakjippang)
Hot dog핫도그 (hatdogeu)소시지빵 (sosijippang)
Jus주스 (juseu)과일단물 (gwaildanmul)
Shuttle bus셔틀버스 (syeoteulbeoseu)련결뻐스 (ryeongyeolppeoseu)

Perbedaan Pelafalan serta Intonasi dalam Bahasa Korea Selatan dan Utara

Bahasa Korea sendiri memiliki berbagai satoori atau dialek, dengan dialek Seoul yang menjadi dasar standar bahasa Korea Selatan dan dialek Pyongyang yang menjadi salah satu acuan bahasa standar Korea Utara. Berikut detail perbedaan Bahasa Korea Selatan dan Korea Utara dalam hal pelafalan serta intonasi.

1. Perbedaan Pelafalan

Salah satu perbedaan bahasa pelafalan yang cukup jelas terdapat pada pelafalan ㄹ (rieul) dan ㄴ (nieun) di awal kata. Korea Selatan menerapkan initial sound rule atau du-eum beopchik, sehingga beberapa ㄹ dan ㄴ pada awal kata mengalami perubahan. Sementara itu, Korea Utara cenderung mempertahankan bentuk awal tersebut.

ArtiKorea SelatanKorea Utara
Perempuan여자 (yeoja)녀자 (nyeoja)
Sejarah역사 (yeoksa)력사 (ryeoksa)
Tenaga kerja노동 (nodong)로동 (rodong)
Teori이론 (iron)리론 (riron)
Enam육 (yuk)륙 (ryuk)

Jadi, kalau kamu mendengar penutur Korea Utara mengucapkan 녀자 sebagai nyeoja atau 력사 sebagai ryeoksa, bunyi ㄴ dan ㄹ pada awal kata tersebut masih terdengar jelas.

Selain itu, terdapat perbedaan pada beberapa bunyi konsonan. Dalam dialek Seoul, bunyi ㅈ, ㅊ, dan ㅉ cenderung mengucapkannya dengan posisi lidah yang lebih dekat ke langit-langit mulut. Sementara itu, dalam dialek Pyongyang, artikulasinya lebih dekat ke bagian gigi sehingga bunyi ㅈ dan ㅊ dapat terdengar sedikit lebih dekat dengan bunyi “ts”. 

2. Perbedaan Intonasi

Intonasi berkaitan dengan perubahan tinggi-rendah nada suara ketika seseorang berbicara. Pada bahasa Korea Selatan dengan dialek Seoul memiliki struktur naik-turun tertentu. Di sisi lain, bahasa Korea Utara dengan dialek Pyongyang menunjukkan pola nada yang cenderung menurun pada bagian tertentu, khususnya di akhir kalimat.

Sebagai gambaran sederhana, pada kalimat berikut.

이것만 다 하고 나갈게요.
Igeotman da hago nagalgeyo.
Arti: Saya akan menyelesaikan ini dulu, lalu pergi.

Bagian akhir kata 나갈게요 (nagalgeyo) pada penutur Korea Utara dapat menunjukkan pola nada yang lebih tinggi sebelum turun, sedangkan pada penutur Seoul pola akhirnya cenderung lebih rendah.

Perbedaan dalam Sistem Penulisan/Ejaan Resmi di Korea Selatan dan Utara

Meskipun kedua negara menggunakan alfabet yang sama, ada beberapa perbedaan dalam sistem penulisan sejak reformasi bahasa. Di Korea Selatan, sistem tulisan ini bernama Hangeul (한글). Sementara di Korea Utara, sistem ini bernama Chosŏn’gŭl (조선글). 

Mengutip pembahasan dalam artikel KBS WORLD, setelah Korea terbagi, kedua negara mengembangkan standar bahasa masing-masing berdasarkan kebijakan dan perkembangan bahasa yang berbeda. Berikut beberapa perbedaan Bahasa Korea Selatan dan Korea Utara dalam sistem kepenulisan.

1. Penggunaan Saisiot dalam Kata Majemuk

Salah satu perbedaannya terlihat pada penggunaan saisiot (사이시옷), yaitu unsur ㅅ yang dapat muncul ketika membentuk kata majemuk dalam bahasa Korea Selatan. Korea Selatan menggunakan aturan ini pada beberapa kata seperti kata 빗물 (binmul) atau artinya air hujan. Setelah kata 비(bi), ada unsur ㅅ untuk menyambungkan kata yang tidak diakhiri huruf mati.

Di sisi lain, Korea Utara tidak menerapkan aturan saisiot dengan cara yang sama. Perbedaan tersebut membuat beberapa kata yang memiliki makna sama dapat memiliki penulisan dengan bentuk berbeda di kedua negara.

2. Perbedaan Penggunaan Konsonan Ganda

Korea Utara juga menggunakan konsonan ganda pada beberapa kata yang di Korea Selatan penulisannya menggunakan konsonan tunggal. Misalnya, 원수 (wonsu) yang berarti “musuh” dalam bahasa Korea Selatan, sedangkan di Korea Utara penulisannya menjadi 원쑤 (wonssu) di Korea Utara. Contoh lainnya adalah 복수 (boksu) dalam bahasa Korea Selatan, penulisannya menjadi 복쑤 (bokssu) di Korea Utara.

3. Penulisan Istilah Asing

Korea Selatan relatif lebih terbuka menggunakan kata serapan, terutama dari bahasa Inggris, sedangkan Korea Utara cenderung menerjemahkan istilah asing ke dalam kosakata Korea. Kebijakan penulisan istilah bahasa asing berkaitan dengan upaya Korea Utara mempertahankan penggunaan bahasa yang lebih murni dan mencerminkan identitas nasional.

Satu Bahasa, Beda Makna: Contoh Perbedaan Kosakata yang Bisa Bikin Salah Paham 

Selain memiliki istilah yang berbeda untuk makna yang sama, beberapa kosakata berikut terdengar sama tetapi memiliki makna atau nuansa berbeda di kedua negara.

KataKorea SelatanKorea UtaraPotensi Salah Paham
동무 (dongmu)Teman atau kawan, tetapi penggunaannya terdengar kuno atau bernuansa politikKawan atau rekan seperjuanganPenutur Selatan bisa menganggapnya sebagai istilah khas Korea Utara.
수령 (suryong)Pemimpin tertinggi, terutama dalam konteks politik Korea UtaraGelar untuk pemimpin tertinggi negaraPenutur Selatan lebih sering mengaitkannya dengan sistem politik Korea Utara.
오징어 (ojingeo)Cumi-cumiCumi-cumi juga digunakan, tetapi Korea Utara memiliki istilah 낙지 (nakji) dalam penggunaan tertentuBisa membingungkan ketika membahas jenis makanan laut tertentu karena pemakaian istilahnya berbeda.
세포 (sepo)Sel, dalam konteks biologi.Anggota PartaiBahasa di Utara menyerap istilah biologi untuk menggambarkan manusia sebagai bagian kecil yang membentuk “tubuh” partai besar negara. 
아가씨 (agassi)Sapaan untuk perempuan muda yang belum menikah.PembantuDi Korea Utara kata tersebut bisa berarti penghinaan.

Perkaya Kosakata Bahasa Korea Kamu dengan Belajar di Cetta Korea!

Perbedaan bahasa Korea Selatan dan Korea Utara nggak hanya terlihat dalam kosakata, tetapi juga pelafalan, intonasi, serta sistem penulisan dan ejaan. Meski begitu, memahami perbedaan tersebut bisa membantu kamu mengenali penggunaan bahasa Korea dalam konteks yang berbeda.

Kalau kamu ingin memperkaya kosakata bahasa Korea, kamu bisa mengikuti Kelas Chogeup 1 yang fokus pada penguatan grammar dan kosakata. Dengan ikut kelas dari Cetta Korea, kamu bisa mendapatkan beberapa keuntungan berikut.

  • Materi Lengkap: Hangeul, basic grammar, basic vocabulary, dan basic conversation.
  • Fleksibel & Personal: Belajar lebih intens dengan jadwal dan materi yang bisa disesuaikan dengan tujuanmu.
  • Interaktif & Praktis: Belajar lewat game, lagu, cerita, role play, dan aktivitas yang relate dengan keseharian.

Kalau masih ragu untuk bergabung, kamu juga bisa melakukan konsultasi gratis dengan Cetta Korea untuk tanya-tanya terlebih dahulu sebelum memilih kelas yang sesuai.

Daftar Isi
Artikel Terbaru
seorang pria sedang bermain game dengan sebuah stick console game
Istilah Gaming dalam Bahasa Korea yang Sering Dipakai Gamer

Pernah nonton live stream gamer Korea lalu bingung…

kosakata korea skincare
Kosakata Korea Skincare untuk K-Beauty Enthusiast agar Nggak Salah Beli

안녕, Cetz! Tahu nggak? Memahami kosakata Korea skincare…

ilustrasi pekerja kantoran yang menerapkan konsep nunchi dalam budaya Korea di kantor
Konsep Nunchi dalam Budaya Korea: Penting Buat yang Mau Kerja atau Tinggal di Korea

Annyeonghaseyo, cetz! Pernah melihat karakter di drama Korea…