Annyeonghaseyo, Cetz! Hangeul merupakan sistem aksara resmi sekaligus fondasi utama yang kita pelajari saat mulai mendalami bahasa standar Korea (Pyojun-eo). Namun, akan berbeda saat mendengarkan Satoori (사투리) atau dialek dalam bahasa Korea.
Setiap daerah di Korea Selatan memiliki cara pengucapan, kosakata, hingga intonasi yang khas. Tak heran jika satoori Korea sering muncul dalam drama, variety show, maupun percakapan sehari-hari.
Biar persiapanmu makin matang sebelum berangkat kuliah atau bekerja di Korea, Cetta Korean bakal mengajakmu berkenalan dengan keunikan variasi bahasa lokal ini. Yuk, kita bedah tuntas panduan lengkap mengenai dialek unik ini!
Apa Itu Satoori (사투리)?
Sebelum mengenal berbagai dialek di Korea Selatan, ada baiknya Cetz memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Satoori (사투리).
Secara sederhana, Satoori (사투리) adalah istilah dalam bahasa Korea yang merujuk pada dialek atau variasi bahasa yang digunakan oleh masyarakat di wilayah tertentu. Menurut National Institute of Korean Language (NIKL), satoori merupakan bentuk bahasa yang berkembang sesuai karakteristik geografis dan budaya suatu daerah.
Sehingga, bahasa ini memiliki perbedaan dalam pelafalan, kosakata, tata bahasa, hingga intonasi dibandingkan bahasa Korea standar (표준어, Pyojuneo).
Bahasa Korea standar sendiri biasanya dipakai oleh warga Seoul dan wilayah sekitarnya. Sementara itu, masyarakat di berbagai provinsi masih aktif menggunakan satoori dalam kehidupan sehari-hari.
Berapa Banyak Dialek Korea yang Ada?
Setelah mengetahui pengertiannya, mungkin Cetz bertanya-tanya, sebenarnya ada berapa banyak jenis satoori di Korea?
Berdasarkan kajian linguistik Korea, bahasa Korea umumnya dibagi menjadi enam hingga tujuh kelompok dialek utama berdasarkan wilayah geografis. Pembagian ini juga dijelaskan dalam Encyclopedia of Korean Culture (AKS). Beberapa jenis satoori yang paling dikenal meliputi:
- Dialek Seoul/Gyeonggi (서울·경기 방언) standar bahasa Korea
- Dialek Gangwon (강원 방언)
- Dialek Chungcheong (충청 방언)
- Dialek Gyeongsang (경상 방언), termasuk Busan, Daegu, dan Ulsan
- Dialek Jeolla (전라 방언)
- Dialek Jeju (제주어/제주 방언)
- Dialek wilayah utara, seperti Pyongan dan Hamgyong, yang kini sebagian besar digunakan di Korea Utara.
Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Sehingga, terkadang penutur dari daerah berbeda pun membutuhkan waktu untuk saling menyesuaikan saat berbicara.
Daftar Jenis Satoori (Dialek) di Korea Selatan
Setelah mengetahui apa itu satoori, sekarang saatnya mengenal berbagai dialek yang digunakan masyarakat Korea. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari pelafalan, kosakata, hingga ekspresi sehari-hari. Berikut penjelasannya.
1. Dialek Seoul/Gyeonggi (서울·경기 방언)
Dialek Seoul atau Gyeonggi merupakan dasar dari bahasa Korea standar (표준어/Pyojuneo). Karena digunakan dalam pendidikan, media massa, berita, dan ujian TOPIK, dialek ini menjadi yang pertama dipelajari oleh pelajar asing.
Ciri-ciri
- Pelafalannya paling netral.
- Intonasinya cenderung datar.
- Digunakan dalam situasi formal maupun sehari-hari.
- Akhirannya sering menggunakan partikel -지 (-ji / “kan?”) dan -네 (-ne / ekspresi keheranan atau pengamatan).
- Sering menggabungkan kata kerja/benda agar lebih cepat diucapkan, seperti mengubah 아니요 (aniyo / tidak) menjadi 아뇨 (anyo).
2. Dialek Gyeongsang (경상도 사투리)
Dialek Gyeongsang digunakan di wilayah Busan, Daegu, Ulsan, Gyeongsang Utara, dan Gyeongsang Selatan. Inilah dialek yang paling sering muncul dalam drama Korea sehingga banyak orang mengenalnya sebagai Satoori Busan.
Menurut KoreanLing, dialek ini terkenal karena intonasinya yang kuat dan cepat sehingga terdengar lebih tegas dibanding bahasa Korea standar.
Ciri-ciri
- Intonasi naik turun sangat jelas.
- Tempo bicara cepat.
- Banyak akhiran kalimat yang dipersingkat, seperti ~습니다 (~seumnida) jadi ~심더 (~simdeo) atau ~심데이 (~simdei).
| Kosakata | Bahasa Standar (Seoul) | Dialek Gyeongsang |
| Tidak | 아니요 (Aniyo) | 문디 (Mundi) / 아이다 (Aida) |
| Apa yang kamu lakukan? | 뭐 하세요? (Mwo haseyo?) | 뭐 하노? (Mwo hano?) |
| Sangat | 매우 (Maeu) / 아주 (Aju) | 억수로 (Eokseuro) |
| Cantik | 예쁘다 (Yeppeuda) | 이쁘다 (Ippeuda) |
| Kenapa? | 왜? (Wae?) | 와? (Wa?) |
Biar lebih paham, coba deh nonton drama Reply 1997 dan tirukan dialek dari pemerannya. Gyeongsang satoori banget, itu!
3. Dialek Jeolla (전라도 사투리)
Dialek Jeolla digunakan oleh masyarakat di wilayah barat daya Korea, seperti Gwangju serta Provinsi Jeolla Utara dan Selatan.
Dialek ini dikenal memiliki tempo bicara yang lebih santai dengan intonasi yang lembut sehingga terdengar ramah.
Ciri-ciri
- Intonasi lebih halus.
- Kecepatan bicara lebih lambat.
- Banyak menggunakan kosakata khas daerah.
- Bunyi ui (의) dalam bahasa Korea standar yang sering diucapkan menjadi eu (으).
- penggunaan akhiran -니 (-ni) pada kata keterangan
Contoh Satoori Jeolla
얼른 와게.
(Eolleun wage.)
Cepat ke sini.
머리 다 깜어겠소?
(Meori da kkam-eo-gesso?)
Apakah kamu sudah selesai mencuci rambutmu?
4. Dialek Chungcheong (충청도 사투리)
Dialek Chungcheong digunakan di wilayah Daejeon, Sejong, Chungcheong Utara, dan Chungcheong Selatan.
Masyarakat Korea sering menganggap penutur dialek ini memiliki gaya bicara yang santai dan tidak terburu-buru.
Ciri-ciri
- Intonasi tenang.
- Banyak jeda saat berbicara.
- Mengubah akhiran standar seperti -yo (halus) menjadi -yu atau -yeo.
| Situasi | Bahasa Korea Standar (Seoul) | Dialek Chungcheong (충청도 사투리) | Arti |
| Apa yang sedang kamu lakukan? | 뭐 하세요? (Mwo haseyo?) | 뭐 해유? (Mweol haeyu? / Mwo haeyu?) | Apa yang sedang kamu lakukan? |
| Tidak apa-apa / Tidak masalah | 괜찮아요. (Gwaenchanayo.) | 괜찮아유. (Gwaenchana-yu.) | Tidak apa-apa. |
| Tidak | 아니야. (Aniya.) | 아니여 / 아니유. (Aniyeo / Aniyu.) | Tidak. |
| Ada apa? / Apa ini? | 뭐야? (Mwoya?) | 뭐여? (Mwoyeo?) | Ada apa? / Apa ini? |
| Ular | 뱀 (Baem) | 뱜 (Byam) | Ular. |
5. Dialek Gangwon (강원도 방언)
Dialek Gangwon berkembang di wilayah pegunungan Gangwon. Karena letak geografisnya yang cukup terisolasi pada masa lalu, dialek ini memiliki beberapa kosakata yang berbeda dari bahasa Korea standar.
Ciri-ciri
- Dipengaruhi budaya pedesaan.
- Huruf vokal ‘ㅏ’ (a) seringkali dilafalkan menjadi ‘ㅓ’ (eo).
- Kini lebih sering digunakan oleh generasi tua.
- Konsonan ganda ‘ㅆ’ (ss) menjadi konsonan tunggal ‘ㅅ’ (s).
| Situasi | Bahasa Korea Standar (Seoul) | Dialek Gangwon (강원도 방언) | Arti |
| Mau ke mana? | 어디 가요? (Eodi gayo?) | 어디 감매? (Eodi gammae?) | Mau ke mana? |
| Sudah makan? | 밥 먹었어요? (Bap meogeosseoyo?) | 밥 먹었나? (Bap meogeonna?) | Sudah makan? |
| Cepat datang | 빨리 와요. (Ppalli wayo.) | 얼른 오래이. (Eolleun oraei.) | Cepat ke sini. |
| Tidak apa-apa | 괜찮아요. (Gwaenchanayo.) | 괜찮다. (Gwaenchanta.) | Tidak apa-apa. |
| Anak kecil | 아이 (Ai) | 애기 (Aegi) | Anak kecil. |
6. Dialek Jeju (제주어)
Dialek Jeju merupakan jenis satoori yang paling unik. Dilansir Korea Times, UNESCO mengategorikan Bahasa Jeju (Jeju-eo) sebagai bahasa yang berbeda dari bahasa Korea standar karena memiliki kosakata, tata bahasa, dan pelafalan yang sangat khas.
Tidak sedikit orang Korea dari Seoul yang juga kesulitan memahami percakapan penuh dalam dialek Jeju.
Ciri-ciri
- Memiliki kosakata yang sangat berbeda.
- Pengucapannya unik.
- Dipengaruhi sejarah dan budaya Pulau Jeju.
- Menggunakan akhiran -는고 (-neungo) digunakan untuk pertanyaan yang meminta penjelasan, sedangkan -는가 (-neunga) dipakai untuk pertanyaan.
| Situasi | Bahasa Korea Standar (Seoul) | Dialek Jeju (제주어) | Arti |
| Siapa kamu? | 누구예요? (Nuguyeyo?) | 누구우꽈? (Nugu-ukkwa?) | Siapa kamu? |
| Mau ke mana? | 어디 가요? (Eodi gayo?) | 어디 감수과? (Eodi gamsugwa?) | Mau ke mana? |
| Terima kasih | 감사합니다. (Gamsahamnida.) | 수고하우다. (Sugohawuda.) | Terima kasih. |
| Gadis muda | 소녀 (Sonyeo) | 비바리 (Bibari) | Gadis muda. |
| Jalan kecil menuju rumah | 골목 (Golmok) | 올레 (Olle) | Gang atau jalan kecil menuju halaman rumah. |
Apakah Perlu Belajar Satoori untuk Bisa Bahasa Korea?
Setelah mengenal berbagai jenis Satoori (사투리), mungkin Cetz bertanya-tanya apakah harus menguasai semua dialek tersebut?
Jawabannya tidak perlu, ya. Bagi pelajar, pekerja, maupun wisatawan asing, prioritas utamanya tetap mempelajari bahasa Korea standar (표준어/ Pyojun-eo).
Namun, mengenal satoori tetap memberikan banyak manfaat. Terutama jika Cetz berencana tinggal dalam jangka waktu lama atau bekerja di luar wilayah Seoul.
Misalnya, pekerja yang ditempatkan di Busan mungkin akan lebih sering mendengar dialek Gyeongsang, sementara mereka yang tinggal di Jeolla atau Pulau Jeju juga akan menemukan kosakata dan intonasi yang berbeda dari bahasa Korea yang pernah dipelajari.
Jadi, belajar satoori bukanlah syarat untuk menguasai bahasa Korea, melainkan keterampilan tambahan ya, cetz!
Wujudkan Mimpimu Tinggal di Korea, Yuk Belajar Bareng Cetta Korean!
Setelah mengenal berbagai jenis Satoori (사투리), kini Cetz pasti paham bahwa setiap daerah di Korea memiliki dialek dan cara berbicara yang berbeda-beda.
Namun, sebelum mempelajari satoori, langkah paling penting adalah menguasai bahasa Korea standar (표준어/Pyojuneo) terlebih dahulu.
Dengan fondasi bahasa yang kuat, Cetz akan lebih mudah memahami percakapan sehari-hari, berkomunikasi dengan masyarakat lokal, hingga beradaptasi saat tinggal, kuliah, atau bekerja di berbagai daerah di Korea Selatan.
Supaya persiapanmu makin matang, yuk belajar bersama Cetta Korean! Kamu bisa memilih Korean Regular Program jika ingin belajar secara bertahap dari dasar, atau Korean Intensive Program bagi Cetz yang sedang mempersiapkan keberangkatan ke Korea.
Di Cetta Korean, kamu bakal dapetin fasilitas seru ini:
- Materi Up-to-Date & Fun: Gak cuma belajar dari buku teks yang kaku, kamu juga bakal diajak bedah percakapan asli yang sering muncul di drakor dan dipakai anak muda Korea saat ini!
- Tutor Berpengalaman: Dibimbing langsung oleh mentor profesional yang paham banget seluk-beluk kultur, tata bahasa, hingga cara pelafalan biar aksenmu gak terdengar kaku.
- Kelas Live via Zoom: Proses belajar berlangsung secara dua arah sehingga Cetz tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berlatih speaking sejak pertemuan pertama.
Yuk, konsultasikan kebutuhan belajarmu terlebih dahulu dengan menghubungi WhatsApp Admin Cetta Korean dan temukan program yang paling sesuai. 화이팅! (Hwaiting!)