Sistem Perkuliahan di Korea: Apa Bedanya dengan Indonesia?

seorang mahasiswi Asia sedang membawa ssetumpuk buku
Daftar Isi

Sering melihat potret serunya kehidupan mahasiswa di Korea Selatan lewat drama atau study vlog kampus?

Memahami bagaimana sistem perkuliahan di Korea berjalan sejak awal akan membantumu mengantisipasi ritme akademik yang sesungguhnya sebelum kamu melangkah langsung ke ruang kelas.

Biar motivasi belajarmu makin mantap sebelum membedah teknis perkuliahan, coba kamu baca dulu ulasan lengkap mengenai alasan Korea Selatan jadi negara favorit mahasiswa yang membahas lengkap daya tarik sistem pendidikannya.

Setelah itu, yuk kenali seluk-beluk kalender akademik universitas di Korea Selatan serta pola jadwal semester perkuliahan di korea musim semi dan gugur berikut biar kamu nggak kaget saat mulai kuliah nanti!

CTA Banner kursus bahasa Korea untuk persiapan TOPIK

Perbedaan Kalender Akademik dan Jadwal Semester Kuliah di Korea Selatan

Kalender akademik menjadi salah satu hal yang perlu kamu perhatikan ketika merencanakan studi di Korea Selatan. Secara umum, universitas di Korea Selatan memiliki dua periode masuk utama, yaitu Spring Semester pada Maret dan Fall Semester pada September.

Informasi resmi pemerintah Korea melalui Study in Korea juga menyebutkan bahwa batas pendaftaran dapat berbeda menurut universitas.

Karena itu, jangan hanya berpatokan pada bulan masuk. Kamu juga perlu mengecek kalender akademik universitas tujuan, termasuk jadwal pendaftaran, perkuliahan, ujian, dan masa libur.

Mengetahui pola tahun ajaran di perguruan tinggi Korea Selatan membantumu merencanakan jadwal pendaftaran, masa transisi, serta ritme perkuliahan secara tepat waktu.

Aspek AkademikKampus di Korea SelatanKampus di Indonesia
Awal Tahun AjaranTahun akademik umumnya dimulai pada Maret melalui Spring Semester. Pemerintah Korea mencantumkan Maret sebagai periode penerimaan Spring Semester. Tidak ada satu tanggal yang berlaku untuk seluruh perguruan tinggi. Sebagai contoh, kalender akademik UGM 2026/2027 menetapkan periode Semester Gasal mulai 1 Agustus 2026, dengan perkuliahan dimulai 18 Agustus 2026. 
Semester KeduaFall Semester umumnya dimulai pada September. Pemerintah Korea menetapkan September sebagai periode penerimaan Fall Semester.Di UGM, Semester Genap 2026/2027 berlangsung mulai 1 Februari hingga 31 Juli 2027. Jadwal tersebut merupakan ketentuan kalender UGM, sehingga kampus lain dapat memiliki jadwal berbeda.
Masa Jeda AntarsemesterSetelah semester reguler, universitas dapat memiliki masa libur sekaligus program semester pendek. SNU, misalnya, mencantumkan Summer Session dan Winter Session dalam kalender akademiknya.Masa jeda ditentukan oleh kalender masing-masing perguruan tinggi. Pada kalender UGM 2026/2027, misalnya, masa libur setelah Semester Gasal tercatat pada 21 Desember 2026–31 Januari 2027. 
Durasi Studi Rata-RataProgram sarjana umumnya berlangsung 4 tahun, sedangkan program magister umumnya 2 tahun atau lebih. Pemerintah Korea melalui Study in Korea menyebut program magister berdurasi 2 tahun atau lebih, sedangkan sejumlah program sarjana mencantumkan durasi 4 tahun.Durasi studi bergantung pada program dan perguruan tinggi. Karena itu, durasi tidak tepat jika disamakan hanya berdasarkan pembagian semester gasal dan genap.

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa perbedaan semester ganjil genap kuliah di Korea terutama terlihat dari titik awal tahun akademiknya.

Korea Selatan umumnya memulai semester pertama pada Maret dan semester kedua pada September, sedangkan perguruan tinggi Indonesia umumnya menggunakan pembagian gasal dan genap dengan waktu yang ditentukan masing-masing kampus.

Untuk durasi kuliah sarjana S1 dan S2 di Korea Selatan, program sarjana umumnya berlangsung empat tahun, sedangkan program magister minimal sekitar dua tahun. Namun, lama studi tetap dapat berbeda berdasarkan program dan persyaratan kelulusan universitas.

Kalau kamu sudah menentukan kampus tujuan, cek kalender akademiknya secara langsung karena periode pendaftaran dan tanggal kegiatan akademik tidak selalu sama.

Informasi ini juga sebaiknya dipadukan dengan pilihan kampus yang ingin kamu tuju, kamu bisa membaca artikel daftar Universitas terbaik di Korea Selatan sebagai bahan pertimbangan.

Sebelum mendaftar, persiapkan juga kemampuan bahasa sesuai persyaratan program yang dituju. Untuk membantu menentukan target kemampuan bahasa Korea, kamu bisa membaca artikel level TOPIK untuk kuliah di Korea Selatan.

Sistem Bobot Kredit dan Skema Penilaian di Universitas Korea

Untuk memahami sistem kredit dan skema penilaian di universitas Korea secara lebih rinci, simak penjelasan berikut:

1. Sistem Kredit Mata Kuliah dan Registrasi Kelas (Sugang Sincheong)

Di Seoul National University (SNU), 1 kredit diberikan untuk sedikitnya 15 jam perkuliahan dalam satu semester. Untuk mata kuliah laboratorium, praktik, dan olahraga, SNU menetapkan sedikitnya 30 jam per semester untuk 1 kredit.

Batas pengambilan kredit juga tidak sama untuk setiap program. Dilansir dari SNU, mahasiswa pada sejumlah fakultas umumnya dapat mengambil hingga 18 kredit per semester, sedangkan beberapa bidang memiliki batas 19–24 kredit, mahasiswa dengan IPK tertentu juga dapat mengajukan pengambilan hingga 21 kredit dengan persetujuan yang dipersyaratkan.

Setelah menentukan mata kuliah, mahasiswa melakukan registrasi secara daring sesuai periode yang ditetapkan universitas.

SNU menjelaskan bahwa course registration dilakukan secara online, biasanya sekitar satu minggu sebelum semester baru dimulai. Dalam konteks kampus Korea, proses pendaftaran mata kuliah ini dikenal sebagai 수강신청 (sugang sincheong).

Dengan demikian, jam perkuliahan dan bobot SKS universitas Korea tidak bisa disamakan begitu saja antar-kampus. Contoh SNU menunjukkan bahwa jumlah kredit yang dapat diambil mahasiswa juga bergantung pada fakultas dan program yang diikuti.

2. Skema Evaluasi Nilai: Penilaian Relatif dan Penilaian Mutlak

Sistem penilaian di universitas Korea tidak selalu sama dengan sistem yang biasa kamu temui di Indonesia. Salah satu perbedaannya adalah cara menentukan nilai mahasiswa, karena suatu mata kuliah dapat menggunakan penilaian relatif, penilaian mutlak, atau sistem Pass/Non-Pass (lulus/tidak lulus), sesuai aturan universitas dan mata kuliah tersebut.

Sebagai contoh, Yonsei University secara resmi membagi sistem penilaian menjadi penilaian relatif (relative evaluation), penilaian mutlak (absolute evaluation), dan P/NP (Pass/Non-Pass).

Yonsei juga menegaskan dalam informasi akademik terbarunya bahwa metode penilaian dapat mengikuti aturan masing-masing fakultas atau departemen.

Penilaian relatif berarti nilai mahasiswa dipengaruhi oleh posisi hasil belajarnya di dalam satu kelas. Jadi, bukan hanya pertanyaan “berapa nilai ujianmu?”, tetapi juga bagaimana hasilmu dibandingkan dengan mahasiswa lain dan berapa banyak mahasiswa yang boleh mendapatkan kelompok nilai tertentu.

Dilansir dari aturan penilaian sarjana Yonsei University, untuk mata kuliah dengan 21 peserta atau lebih, nilai A+ sampai A- dapat diberikan kepada maksimal 35 persen peserta, sedangkan nilai B+ sampai B- maksimal 35 persen. Untuk kelas dengan 20 peserta atau kurang, batasnya menjadi maksimal 40 persen untuk kelompok A dan 50 persen untuk kelompok B.

Sebagai gambaran sederhana, misalnya ada 30 mahasiswa dalam satu kelas yang menggunakan penilaian relatif. Batas 35 persen berarti kelompok nilai A+ sampai A- dapat diberikan kepada maksimal 10,5 mahasiswa, sehingga penerapannya mengikuti ketentuan akademik yang berlaku dan tidak berarti semua mahasiswa yang mencapai angka tertentu otomatis mendapatkan nilai A.

Penilaian mutlak (absolute evaluation) menggunakan konsep yang berbeda. Nilai ditentukan berdasarkan standar atau kriteria pencapaian yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan kuota nilai yang harus dibagi di antara mahasiswa dalam satu kelas.

Laman resmi Yonsei mencantumkan kelas kecil dengan maksimal sembilan peserta dan mata kuliah yang ditetapkan sebagai mata kuliah penilaian mutlak berdasarkan aturan departemen sebagai contoh kelas yang dapat menggunakan sistem tersebut. 

Fakultas Kedokteran Yonsei juga menjelaskan bahwa penilaian mutlak mengacu pada kriteria pencapaian (criterion) yang telah ditentukan.

Sementara itu, P/NP (Pass/Non-Pass) lebih mudah dipahami sebagai sistem “lulus atau tidak lulus”. Jadi, mahasiswa tidak mendapatkan nilai huruf seperti A atau B untuk mata kuliah tersebut, melainkan hasil akhirnya berupa P (Pass) jika memenuhi ketentuan kelulusan atau NP (Non-Pass) jika tidak memenuhi ketentuan.

Yonsei secara resmi mencantumkan P/NP sebagai salah satu sistem penilaian dan menyebut beberapa mata kuliah yang dapat menggunakannya, seperti mata kuliah praktik seni dan olahraga, praktik lapangan tertentu, tugas akhir, serta mata kuliah praktikum yang penilaiannya didasarkan pada hasil kerja bersama.

Selain cara menentukan nilai, komponen yang dinilai juga dapat mencakup lebih dari ujian. Di KAIST, misalnya, laman resmi akademiknya menyebut bahwa evaluasi nilai merupakan penilaian menyeluruh yang dapat mencakup hasil ujian, kehadiran, laporan penelitian, sikap belajar, dan komponen lainnya. KAIST menggunakan skala nilai A+ hingga F, dengan A+ bernilai 4,3 dan F bernilai 0 dalam sistem GPA-nya.

Jadi, kalau kamu kuliah di Korea Selatan, jangan menganggap semua mata kuliah menggunakan cara penilaian yang sama. Cek silabus dan aturan akademik mata kuliah sejak awal untuk mengetahui apakah nilai ditentukan secara relatif, berdasarkan standar tertentu, atau menggunakan P/NP, serta komponen apa saja yang akan memengaruhi hasil akhirnya.

Karakteristik Perkuliahan di Kampus Korea yang Perlu Diperhatikan

Memahami pedoman kelas dan kebiasaan komunikasi di universitas tujuan membantumu beradaptasi dengan alur perkuliahan secara lancar.

  • Perhatikan aturan presensi setiap mata kuliah: Aturan kehadiran dapat berbeda di setiap universitas dan mata kuliah. Di KAIST, misalnya, mahasiswa harus menghadiri setidaknya tiga perempat dari total jam perkuliahan agar nilai mata kuliah tersebut dapat diakui, sedangkan Yonsei University menyatakan mahasiswa yang absen sepertiga atau lebih dari total pertemuan dapat memperoleh nilai F atau NP.
  • Siapkan diri untuk tugas kelompok jika tercantum dalam silabus: Bentuk tugas tidak selalu berupa ujian atau tugas individu. Dalam salah satu silabus resmi Seoul National University (SNU), misalnya, terdapat group assignment berupa laporan berbasis tim, sedangkan silabus Yonsei University juga mencantumkan team assignment, presentasi, dan team project sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan.
  • Periksa bobot partisipasi dalam komponen penilaian: Keaktifan di kelas dapat menjadi bagian dari nilai akhir jika memang dicantumkan dalam silabus. Pada salah satu silabus SNU, attendance and participation memiliki bobot 20 persen, sementara salah satu silabus Yonsei menjelaskan bahwa partisipasi dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan kontribusi mahasiswa, bukan sekadar kehadiran.
  • Gunakan bahasa yang sopan saat berkomunikasi dengan dosen: Komunikasi dengan dosen juga perlu dilakukan secara profesional, terutama melalui email. Yonsei University secara khusus memberikan panduan kepada mahasiswa untuk mencantumkan nama dan informasi yang relevan ketika menghubungi pihak kampus serta menghindari bahasa informal atau kata-kata kasar, Yonsei juga memiliki program khusus bagi mahasiswa internasional yang mengajarkan cara menulis email profesional dan berkomunikasi dengan profesor.

4 Tips Beradaptasi Cepat di Semester Pertama Kuliah di Korea

Menerapkan langkah penyesuaian yang terarah membantumu melewati semester pertama dengan lebih tenang dan fokus.

  • Pelajari rincian silabus di awal perkuliahan: Jangan hanya mencatat jadwal kuliah, tetapi periksa juga silabus untuk mengetahui materi, bentuk tugas, metode pembelajaran, dan aturan kelas sejak awal. Yonsei University menyediakan katalog dan silabus melalui portal akademiknya, bahkan mengingatkan mahasiswa untuk memeriksa silabus sebelum melakukan registrasi mata kuliah.
  • Kenali dan manfaatkan fasilitas belajar kampus: Segera cari tahu lokasi dan layanan perpustakaan, ruang belajar, serta fasilitas akademik yang tersedia di kampusmu agar kamu tidak baru mencarinya ketika tugas atau ujian sudah dekat. Sebagai contoh, Yonsei University menyediakan beberapa perpustakaan untuk mahasiswa, termasuk Central Library dan Yonsei-Samsung Library, dengan layanan serta fasilitas belajar yang dapat digunakan mahasiswa.
  • Manfaatkan program pendampingan mahasiswa internasional: Jika kampus menyediakan buddy program, peer tutor, atau program pendampingan lain, manfaatkan sejak awal karena program semacam ini memang ditujukan untuk membantu mahasiswa internasional beradaptasi. Di Yonsei University, misalnya, Mentors Club menjalankan Buddy Program yang memasangkan mahasiswa internasional dengan mahasiswa Yonsei, sementara Peer Tutor di Mirae Campus membantu mahasiswa internasional dalam hal kehidupan kampus, termasuk memahami sistem perkuliahan dan lokasi ruang kelas.
  • Asah kosakata akademik dan Bahasa Korea Sehari-hari: Kemampuan bahasa Korea tidak hanya berguna untuk percakapan, tetapi juga dapat membantu ketika kamu berhadapan dengan informasi akademik dan layanan kampus yang menggunakan bahasa Korea. Dilansir dari laman resmi Study in Korea, sejumlah universitas menyediakan program bahasa Korea dan dukungan bagi mahasiswa internasional, bentuknya berbeda-beda di setiap kampus, sehingga kamu sebaiknya mengecek fasilitas bahasa di universitas tujuanmu.
CTA Banner kursus bahasa Korea untuk persiapan TOPIK

Mau Lancar Menghadapi Perkuliahan di Korea Selatan? Yuk, Siapkan Bahasa Koreamu bareng Cetta Korean!

Memahami kalender akademik dan sistem kredit kampus di Korea menjadi bekal penting sebelum kamu memulai langkah perkuliahan di sana.

Mengingat proses belajar dan interaksi di ruang kelas banyak melibatkan bahasa Korea, mempersiapkan kemampuan bahasa sejak awal akan membantumu jauh lebih percaya diri mengikuti kegiatan akademik.

Biar persiapan studimu ke Korea Selatan makin terarah, Cetta Korean menyediakan beragam pilihan program bimbingan bahasa interaktif:

  • Reguler: Kelas bimbingan berjenjang mulai dari level dasar Chogeup (pemula) untuk mempelajari tata bahasa (munbeop), kosakata, dan struktur kalimat secara sistematis.
  • Intensive: Program akselerasi dengan jadwal tatap muka lebih sering per minggu untuk mempercepat penguasaan bahasa Korea dalam durasi belajar lebih ringkas.
  • Private 1on1: Pembelajaran privat fleksibel bersama satu tutor dengan materi yang disesuaikan secara personal untuk persiapan studimu.
  • Group: Kelas interaktif kelompok kecil yang kondusif untuk melatih komunikasi dua arah bersama rekan belajar.
  • TOPIK II Preparation: Bimbingan intensif pembedahan strategi pengerjaan soal membaca (ilgi), mendengar (deutgi), dan menulis esai (sseugi) untuk mengejar skor sertifikasi resmi.
  • Malhagi: Kelas percakapan bahasa Korea untuk melatih kelancaran pelafalan, intonasi alami, dan rasa percaya diri saat berbicara langsung dalam forum diskusi.

Menguasai bahasa Korea sejak sebelum masa orientasi kampus membantumu beradaptasi lebih cepat dengan kehidupan perkuliahan di Negeri Ginseng.

Amankan slot belajarmu sekarang dan konsultasikan target belajar bahasa Koreamu secara gratis hari ini di Cetta Korean!

Daftar Isi
Artikel Terbaru
potret perempuan yang mengetahui kosakata bahasa korea untuk dunia perbankan
Kosakata Bahasa Korea untuk Dunia Perbankan dan Transaksi Keuangan

Annyeong, cetz! Saat tinggal di Korea, urusan perbankan…

seorang wanita sedang mengerjakan soal dengan pakaian rapi
Cara Menulis Jaso-seo (자기소개서) yang Bikin Aplikasi Kuliahmu di Korea Dilirik

Pernah mendadak blank dan cemas saat menatap formulir…

seorang perempuan terlihat sedang mengerjakan soal dengan wajah frustasi
GKS (Global Korea Scholarship): Timeline dan Dokumen Lengkap yang Wajib Disiapkan

Global Korea Scholarship (GKS) dari NIIED merupakan program…